Usia muda merupakan usia yang menyenangkan tak lepas dengan urusan asmara dan rasa ingintau dalam segala hal apapun,banyak orang yang mengatakan usia muda adalah usia yang tinggi akan imajinasi,tinggi prodiktifitas karya dan berbagai macam kreatifitas.
Perspektif terhadap asmara dan cara mencintai terbilang menjadi beberapa golongan,ada yang mencintai sampai membabi buta tampa ada batasan,pacaran seperti ini sangatlah menggangu entah itu dari segi perkuliahan yang terbengkalai,sampai yang lebih miris terjadi hamil diluar nikah.
Kadang ada juga yang mencintai dengan cara malu-malu,sehingga hubungan mereka jarang di ketahui oleh orang lain bahkan sahabat nya sendiri,ada dua kemungkinan pasangan jenis ini,pertama,diam-diam punya anak,yang kedua diam-diam nama kedua pasangan ini tercantum di selebaran surat undangan.
Selain itu,ada juga yang berbeda dengan yang saya katakan di atas,katakanlah pacaran perspektif aktivis,mereka mencinta layak anak muda seperti biasanya,tapi cara menjalankan hubungan nya yang berbeda,yaitu lebih banyak dihabiskan dengan diskusi masalah sosial,persoalan tugas kuliah,memikirkan nasib rakyat,dan masih banyak persoalan-persoalan lainnya yang memang harus di pikirkan.
Aktivis lebih banyak menghabiskan waktunya untuk merancan suatu metode dan sudut pandang yang baru dalam menata ruang lingkup masyarakat,dan selalu ingin berbeda dari pada yang lainnya,karna mereka mengklaim dirinya sebagai agen perubahan dan pemimpin dimasa depan demi merealisasikan kesejahteran dan kesetaraan sosial.
Ketika banyak pasangan lainnya yang sibuk dengan kata-kata romantisme,rayuan alay, yang mampu mempora-porandakan hati pasangan nya ,hal itu sangat jarang kita temui dalam pembicaraan aktivis,mereka selalu membicarakan perubahan,mencari teori-teori baru,teori-teori besar dan masih banyak lainnya.
Bejalan bersama,selalu berdamping,serta makan berduaan agar langgeng hubungannya,hal seperti itu selalu di lakukan agar pasangannya tidak selingkuh dan berpaling hatinya,sementara aktivis selalu selingkuh dengan banyak buku,tugas kuliah dan esai di HP nya.
Chat-chatan dengan kata sayang yang soswite,serasa jadi musuh bagi mereka,yang ada,belajar membela masyrakat yang lemah,kajian kajian,pemberantasan korupsi,meminimalisir kemelaratan adalah prioritas mereka.
Bagi mereka itu adalah puncak kebahagian,kemesraan,sungguh sebuah perspektif yang sangat miris,tapi itulah mereka yang apaadanya yang delalu disibukan dan menhabiskan waktunya untuk berfikir,merancang dan merumuskan segala persoalan demi perubahan tapi dibalut dengan asmara (pacaran).
Luar biasa sekali.
ReplyDeleteKeren
ReplyDeleteNuhun
DeleteMantap
ReplyDelete